ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN UNTUK KASUS ELEKTRO
1.1 Konsep
Dasar
Algoritma
merupakan fondasi yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa yang ingin
menyelesaiakan sebuah permasalahan logika secara terstruktur, efektif dan
efisien yaitu yang ingin menyusun program computer untuk menyelesaikan suatu
persoalan.
1.2 Defisini
Algoritma
Ada beberapa
definisi algoritma diantaranya adalah :
- Algoritma adalah penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas tetapi tersusun secara logis dan matematis.
- Algoritma adalah suatu prosedur yang jelas untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu dan terbatas jumlahnya.
- Algoritma adalah susunan langkah yang pasti, yang bila diikuti maka akan mentransformasi data input menjadi output yang berupa informasi.
1.3 Sejarah
Algoritma
Sejarah
mencatat bahwa algoritma berasal dari sebuah kata al-khawarizmi yang berasal
dari seorang muslim yang bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa
Al-Kwarizmi, beliau merupakan ahli matematika dan astronomi dari Persia, dan
juga merupakan penulis buku “Aljabar wal Muqobala”. Beliau dianggap sebagai
pencetus pertama algoritma karena di dalam buku tersebut Abu Ja’far menjelaskan
langkah-langkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan arirmatika (aljabar).
1.4 Ciri-ciri
Algoritma
Menurut Donald
E. Knuth penulis buku algoritma abad XX, menyatakan bahwa ada beberapa
ciri algoritma, yaitu :
- Algoritma mempunyai awal dan akhir, suatu algoritma harus berhenti setelah mengerjakan serangkaian tugas. Dengan kata lain, suatu algoritma memiliki langkah yang terbatas.
- Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat, sehingga tidak memiliki arti ganda, tidak membingungkan (not ambiguous)
- Memiliki masukan (input) atau kondisi awal
- Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir
- Algoritma harus efektif, bila diikuti benar-benar maka akan menyelesaikan masalah.
1.5 Sifat
Algoritma
Sesuai
dengan ciri-ciri dari algoritma pada penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa sifat suatu algoritma adalah :
- Input : Suatu algoritma mempunyai input atau kondisi awal sebelum dilaksanakan, bias berupa nilai-nilai peubah yang diambil dari himpunan khusus.
- Output : Suatu algoritma akan menghasilkan output setelah dilaksanakan. Suatu algoritma akan mengubah sebuah kondisi awal menjadi kondisi akhir, dimana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma.
- Definiteness : Langkah-langkah yang dituliskan dalam algoritma terdefini dengan jelas sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna algoritma.
- Finiteness : Suatu algoritma harus memiliki kondisi akhir atau output setelah sejumlah langkah yang terbatas jumlahnya dilakukan terhadap setiap kondisi awal atau input yang diberikan.
- Effevtiveness : Setiap langkah dalam algortima dilaksanakan dalam suatu selang waktu tertentu sehingga pada akhirnya didapatkan solusi sesuai dengan yang diharapkan.
- Generality : Langkah-langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu.
1.6 Struktur
Algoritma
Agar
algoritma yang ditulis lebih teratur, maka struktur algoritma sebaiknya
dibagi ke dalam beberapa bagian. Diantaranya :
- Bagian kepala (header) : memuat nama algoritma serta informasi atau keterangan tentang algoritma yang ditulis
- Bagian Deklarasi ( definisi variable ) : memuat definisi nama variable, nama tetapan, nama prosedur, nama fungsi, tipe data yang akan digunakan dalam algoritma.
- Bagian Deskripsi (rincian langkah ) : memuat langkah-langkah penyelesaian masalah, termasuk beberapa perintah seperti baca data, tampilkan, ulangi, yang mengubah data input menjadi output.
BERIKUT MERUPAKAN CONTOH DARI ALGORITMA UNTUK KASUS TEKNIK ELEKTRO
Pada Pembahasan ini akan dibahas bagaimana sebuah lift bekerja dengan menggunakan diagram alir atau flowchart, Flowchart atau diagram alir merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langkah tersebut menggunakan tanda panah.
Di bawah ini merupakan flowchart tentang bagaimana langkah lift bekerja.
Pada flowchart di atas lift memiliki 2 pintu dan berada di sebuah bangunan yang memiliki 3 lantai. Cara kerja lift :
- Lift akan membaca input dari pengguna yang menekan tombol lift.
- Lift yang terdekat dengan posisi pengguna akan merespon permintaan sedangkan lift satunya akan menunggu jika ada permintaan dari lantai lain
- Pintu lift terbuka
- Setelah itu masuk kedalam lift dan tekan tombol tujuan. Dalam flowchart ini lantai tujuan kami beri variabel n
- Lift akan naik/turun sesuai dengan tujuan.
0 komentar:
Posting Komentar